SISTEM AKTUATOR ELEKTROMEKANIK
Definisi
Aktuator
Aktuator adalah sebuah peralatan mekanis untuk menggerakkan atau mengontrol
sebuah mekanisme atau sistem. Aktuator diaktifkan dengan menggunakan lengan mekanis
yang biasanya digerakkan oleh motor listrik, yang
dikendalikan oleh media pengontrol otomatis yang terprogram di antaranya mikrokontroler. Aktuator
adalah elemen yang mengkonversikan besaran listrik analog menjadi besaran
lainnya misalnya kecepatan putaran dan merupakan perangkat elektromagnetik yang
menghasilkan daya gerakan sehingga dapat menghasilkan gerakan pada robot. Untuk
meningkatkan tenaga mekanik aktuator ini dapat dipasang sistem gearbox.
Aktuator dapat melakukan hal tertentu setelah mendapat perintah dari
kontroller. Misalnya pada suatu robot pencari cahaya, jika terdapat cahaya,
maka sensor akan memberikan informasi pada kontroller yang kemudian akan
memerintah pada aktuator untuk bergerak mendekati arah sumber cahaya.
Fungsi aktuator
·
Penghasil gerakan
·
Gerakan rotasi dan translasi
II.
Jenis-jenis
Aktuator
1.
Aktuator
tenaga Pneumatik
Aktuator
yang menggunakan udara sebagai pemacu geraknya. Aktuator pneumatik ini sukar
dekendalikan. Memiliki respon yang lebih cepat.
Prinsip kerja aktuator pneumatik yaitu
menggunakan perbedaan volume udara yang ditekan atau dimampatkan untuk
membangkitkan tekanan pada piston.
Kelebihan sistem pneumatik :
·
Udara mudah diperoleh
·
Udara bertekanan mudah dipindahkan
melalui sistem perpipaan
·
Udara bertekanan tidak banyak
dipengaruhi oleh perubahan temperature
·
Udara bertekanan bersih dan tidak dapat
terbakar
·
Udara bertekanan dapat menghasilkan
gerakan yang cepat/responsive
·
Dapat menghasilkan gerakan translasi
secara langsung
·
Sistem pneumatik tidak memerlukan
reservoir khusus.
Kekurangan sistem pneumatik :
·
Kesulitan untuk pengaturan posisi yang
presisi akibat sifat kompresibilitas yang dimiliki udara.
·
Daya yang dihasilkan relatif kecil.
·
Membutuhkan investasi awal yang cukup
besar untuk sistem pengadaan dan pendistribusian udara.
·
Udara bertekanan yang terlepas ke
atmosfer menimbulkan suara berisik dan dapat mengandung minyak pelumas yang
tercampur untuk keperluan pelumasan.
Beberapa contoh aplikasi pneumatik
antara lain :
Ø Penanganan
benda kerja (handling of workpieces) seperti clamping, positioning, separating,
stacking, rotating
Ø Pengemasan
(packing)
Ø Filling
Ø Metal
forming (embossing dan pressing)
Ø Stamping
Ø Penggerak
pintu pada kereta dan bis
2.
Aktuator
tenaga Hidrolik
Aktuator
yang menggunakan fluida dalam bentuk cairan sebagai pemacu geraknya. Torsi yang
besar konstruksinya sukar. Respon agagk lambat.
Prinsip kerja aktuator hidrolik yaitu
menggunakan perbedaan volume cairan yang ditekan atau dimampatkan untuk
membangkitkan tekanan pada piston.
Berikut ini
adalah beberapa kelebihan dari penggunaan sistem hidrolik :
1
Sistem hidrolik sangat baik dalam
mentransfer tenaga. Artinya memiliki efisiensi yang tinggi dalam mentransfer
tenaga atau daya. hal ini daikarenakan :
·
Hanya sedikiy komponen yang bergerak
·
Losses atau kerugian yang sedikit pada
penggunaan berjarak panjang.
·
Serta potrensi keausan yang rendah
2
Sistem hidrolik memiliki fleksibilitas
yang tinggi. Maksudnya adalah :
·
Mudah didistribusikan pada berbagai
penggunaan yang berbeda
·
Sistem hidrolik relative aman dan
reliable untuk berbagai keperluan
·
Dapat disimpan pada tekanan tinggi untuk
jangka waktu yang lama
3
Sistem speed control pada sistem
hidrolik dapat divariasikan sesuai kebutuhan dengan respon yang cepat. Pada
sistem hidrolik dengan aktuator aktuator motor hidrolik, hal ini menjadi
leuntungan jika variasi kecepatan putaran menjadi komponen yang dibutuhkan.
Dan berikut ada
beberapa kelemahan dari penggunaan sistem hidrolik :
1
Dibutuhkan suatu tempat atau wadah untuk
menyimpan fluida hidrolik.
2
Bahaya kebakaran bahkan ledakan apabila
terjadi kebocoran.
3
Membutuhkan sistem filtrasi yang baik
karena pada sistem hidrolik tidak diperbolehkan terdapat kotoran yang ikut
bersirkulasi didalamnya.
4
Dibutuhkan manpower untuk membersihkan
sistem secara intensif.
Aplikasi
Silinder Hidrolik
Untuk
memberikan suatu gambaran penuh dari bidang –bidang penerapan hidraulika , maka
kita akan membagi dalam 5 sektor sebagai berikut:
1.
Hidraulika Industri
biasanya digunakan untuk :
Mesin Plastik (plastic machines)
Mesin Pres ( Pressing machines)
Mesin Berat(heavy machinery)
Mesin Pekakas
Mesin pengujian
tarik dll
2.
Perangkat hidraulik pada pabrik Baja ,
Tehnik sipil dan pusat Pembangkt Listrik
Untuk Kunci
Gerbang dan Bendungan (Lock gates and Dams)
Peralatan
untuk Operasi Jembatan
Bidang
Pertambangan
Turbin
Pusat tenaga
Nuklir dll
3.
Hydraulik pada Mesin Mobil
Eksavator dan
Crane mobil
Mesin
konstruksi
Mesin untuk
pertanian
Mesin Pencucian mobil( car washing)
Konstruksi
mobil (shock absorber, Power steering)dll
4.
Hidraulik pada penerapan Teknik khusus
Teleskop
Operasi Antena
Alat pendaratan
dan pengontrolan kemudi pesawat
Mesin khusus
Meja-meja
operasi di rumah sakit dll
Hidraulik pada
bidang Perkapalan
Pengontrol
kemudi
Pintu kapal (
ram door)
Jembatan
penyeberangan kapal
Penarik jangkar
dll
5.
Aktuator
tenaga Elektrik
a. Selenoid
Peralatan
yang dipakai untuk mengkonversi signal elektrik atau arus listrik menjadi gerak
linier mekanik. Terbuat dari kumparan dan inti besi yang dapat digerakan.
Kekuatan menarik dan mendorong ditentukan oleh jumlah
lilitan pada kumparan.
b. Relay
Relay
Contactor adalah suatu peranti yang menggunakan elektromagnet untuk
mengoperasikan seperangkat kontak sakelar. Susunan paling sederhana terdiri
dari kumparan kawat penghantar yang dililit pada inti besi. Bila kumparan ini
dienergikan, medan magnet yang terbentuk menarik armatur berporos yang
digunakan sebagai pengungkit mekanisme sakelar. Relay Contactor digunakan
sebagai alat penghubung pada rangkaian dan pada beberapa aplikasi pada industri
dan kontrol proses memerlukan relay sebagai elemen kontrol penting.
Prinsip Kerja
Relay
Contactor pengendali adalah saklar magnetis. Relay ini menghubungkan rangkaian
beban on dan off dengan pemberian energi elektro magnetis yang membuka dan
menutup pada rangkaian. Relay biasanya mempunyai satu kumparan, tetapi Relay
dari beberapa tipe lain dapat mempunyai beberapa kontak, sesuai dengan
kegunaannya.
Kontak-kontak
atau kutub kutub dari relay umumnya memiliki tiga dasar pemakaian yaitu :
Bila kumparan di aliri arus listrik maka
kontaknya akan menutup dan disebut sebagai kontak Normally Open (NO).
Bila kumparan dialiri listrik maka
kontaknya akan membuka dan disebut sebagai Normally Close (NC)
Tukar sambung (Change Over / NO), relay
jenis ini mempunya kontak tengah yang normalnya tertutup tetapi melepaskan diri
dari posisi dan membuat kontak dengan yang lain bila relay di aliri listrik.
Berikut ini adalah keuntungan dan
kerugian menggunakan relay/kontaktor.
Keuntungan:
·
Mudah diadaptasikan untuk tegangan yang
berbeda.
·
Tidak banyak dipengaruhi oleh temperatur
sekitarnya. Relay terus beroperasi pada temperatur 353 K (80°C) sampai 240 K
(33°C).
·
Tahanan yang relatif tinggi antara
kontak kerja pada saat terbuka.
·
Beberapa rangkaian terpisah dapat
dihidupkan.
Kerugian:
·
Kontak dibatasi pada keausan dari bunga
api atau dari oksidasi (material kontak yang terbaik adalah platina, emas, dan
perak).
·
Menghabiskan banyak tempat dibandingkan
dengan transistor.
·
Menimbulkan bunyi selama proses kontak.
·
Kecepatan kontak terbatas 3 ms sampai 17
ms.
·
Kontaminasi (debu) dapat mempengaruhi
umur kontak.

sngt membantu... izin copas mbak :)
ReplyDelete